19 Maret 2009

Jalan Kaki Membuat Panjang Umur

Sudahkah anda berolahraga ? Jika belum cobalah anda berolah raga. Cukup hanya dengan berjalan kaki saja anda sudah dapat menjinakan 9 penyakit.. Mau tahu penyakit apa sajakah itu, simak artikel berikut :

1. Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung.
Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung.

Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup. Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh! itu.

Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

2. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-opoh terhadap stroke pangaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner,beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

3. Berat badan stabil.
Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

4.. Menurunkan berat badan juga.
Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

5. Mencegah kencing manis.
Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases). Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

6. Mencegah osteoporosis.
Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

7. Meredakan encok lutut.
Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris) . Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk. Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi. Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

8. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal tarbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun. 9. Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

18 Maret 2009

Syekh yang Penuh Sensasi

Anda pasti sudah tau siapa sosok di bawah ini








Yah,syekh puji.Sosok syekh yang belakangan banyak di bacarakan orang dan gempar di media. Karena sikapnya yang sudah menikahi gadis yang usianya masih belasan tahun ( dan berbading jauh usianya dengan syekh puji sendiri ).

Kemudian kak seto pun hadir di tengah-tengah kehidupan mereka untuk, mencoba mencari jalan terbaik bagi keduanya. Berhasil kah usaha kak seto?.
Ternyata usaha kak seto untuk mencari jalan terbaik bagi keduanya berhasil, dan ulfa pun ( istri syekh puji ) berhasil di kembalikan ke orang tuanya dan menunggu waktu sampai benar-benar umurnya sudah mencukupi untuk usia pernikahan ( menurut hukum di negeri ini ).

Tapi tidak hanya disitu saja, setelah berita ini tersebar aparat hukum pun ikut mengambil
langkah untuk memproses syekh puji. Setelah memenuhi panggilan untuk datang diperiksa
, entah memang sengaja keinginan syekh puji atau bagaimana. Syekh puji kembali membuat
suatu sensasi baru.

Syekh puji datang untuk memenuhi panggilan untuk diperiksa, dengan perjalanannya yang bisa dibilang mengundang banyak mata untuk menyaksikan perjalanannya.

Syekh npuji datang bersama rombongan body guardnya yang memakai pakaian loreng dengan baret merah.Yang sebenarnya banyak masyarakat bertanya-tanya "apakah bodyguard itu benar-benar berpengalaman dalam bidang militer dan sejenisnya atau hanya masyarakat di sekitar lingkungan syekh puji , yang kemudian dibayar mahal untuk berlagak seolah pasukan militer yang syekh puji punya untuk melindunginya?"

Selain banyak orang-orang yang bertanya-tanya, mungkin tidak sedikit pula yang merasa gregetan. Karena tingkah laku syekh puji yang besar kepala. Maaf kalau saya berkata salah, tapi terlihat lucu dengan gelar sebagai syekh ( yang seharusnya tahu mana yang layak dan tidak layak ), tetapi perjalanan syekh puji untuk datang diperiksa oleh kepolisian dengan menggunakan mobil mewah barunya yang berwarna merah. Dan yang lebih konyol lagi, dia memakai kaca mata merah, sambil berdiri di mobilnya dan tersenyum sendiri bahkan ketawa-ketawa.

Setelah itu, dia tidak berhenti mencari sensasi baru sebagai syekh yang bisa dibilang cukup kaya. Dia menyediakan dana, dan bahkan membuat penjaranya sendiri di dekat kediamannya, yang menandakan penjara untuk orang-orang yang berpoligami. Dengan pura-pura menjadi sosok yang ditangkap, syekh pun masuk dan ketawa-ketawa yang tidak jelas maksudnya untuk kesekian kalinya.

Akhirnya, pada hari ini. Yaitu hari kamis, tanggal 19 maret 2009. Pagi tadi saya mendengar kalau syekh puji sudah dijebloskan ke penjara, dan sebelumnya dia meminta maaf terlebih dahulu kepada semua pihak yang dia pikir telah dirugikan oleh semua tingkah lakunya yang dibuat selama ini. Mungkin ini akhir dari kesombongannya selama ini, yang bisa dibilang cukup membuat sebagian besar masyarakat heran dibuatnya.



Atau akan ada lagi kelanjutan kisah dari syekh puji yang penuh sensasi?.
Tidak ada satu orang pun yang tahu,apa yang akan terjadi berikutnya. Namun, sekiranya sepenggal kisah dari syekh puji di atas dapat kita ambil hikmah dan buang semua hal-hal yang buruk.

Bahwa kita sebagai manusia, mau sebanyak apapun kekayaan yang kita punya...kita tidak layak untuk besar kepala, karena itu semua hanya titipan untuk menguji iman seseorang yang bersifat sementara di dunia yang fana ini.